Pada hari Selasa, 23 September 2025, saya berkesempatan menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Model Transparansi dan Akuntabilitas melalui Sistem Teknologi dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Kota Batu”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung PDM Kota Malang, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.
FGD ini diikuti oleh berbagai elemen, meliputi Tim Dosen Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kepala sekolah dan bendahara dari 5 sekolah di Kota Batu—baik sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), maupun sekolah negeri—serta perwakilan pengurus ormas Muhammadiyah dan NU.
Tim peneliti yang hadir dalam forum ini terdiri dari Ibu Tinuk Dwi Cahyani, Bapak Wahyudi Kurniawan, dan Bapak Ilyas Nuryasin. Mereka memaparkan model pengembangan sistem berbasis teknologi yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola lembaga pendidikan maupun organisasi masyarakat, sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya praktik korupsi.
Diskusi berjalan interaktif, para peserta aktif memberikan masukan dan berbagi pengalaman terkait tata kelola keuangan, pelaporan, serta sistem pengawasan yang sudah diterapkan di lembaga masing-masing. Forum ini menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan akademisi, praktisi pendidikan, serta tokoh ormas untuk bersama-sama membangun ekosistem yang bersih, transparan, dan berintegritas di Kota Batu.
Harapannya, melalui kegiatan ini sekolah-sekolah semakin berhati-hati dalam pengelolaan keuangan, memperkuat budaya transparansi, serta konsisten melakukan upaya pencegahan korupsi sejak dini. Dengan begitu, pendidikan dapat berjalan lebih bersih, terpercaya, dan mampu memberi teladan yang baik bagi generasi penerus bangsa.