Diskusi Panel Dewan Pendidikan Kota Batu: Menggali Urgensi Kurikulum Nasional dan Implementasi Pembelajaran Mendalam
Batu, 5 November 2025 – Dewan Pendidikan Kota Batu hari ini menyelenggarakan diskusi panel yang berfokus pada "Urgensi Kurikulum Nasional dan Penerapan Pembelajaran Mendalam". Acara yang berlangsung di Hotel Aston Batu ini dihadiri oleh para pakar, pengawas, dan praktisi pendidikan, menghasilkan perspektif yang kaya tentang masa depan pendidikan di Kota Batu.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu, Prof. Atok, menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka dengan tiga pilar utamanya—Pembelajaran Mendalam, Pembentukan Karakter, dan fleksibilitas satuan pendidikan—masih menjadi kerangka kerja utama. Ia menekankan bahwa pendidikan di Kota Batu harus memanfaatkan potensi dominan wilayah, yaitu Agraria dan Pariwisata, serta memperkuat Komunitas Pendidikan.
Prof. Atok mendefinisikan Pembelajaran Bermakna sebagai proses yang menyentuh aspek emosi, sosial, dan nilai kehidupan anak, menghubungkan konsep akademik dengan konteks nyata, serta menumbuhkan keterampilan abad ke-21. Peran Dewan Pendidikan adalah menjadi jembatan komunikasi, forum sinergi PAUD-SD, dan pemberi rekomendasi untuk menciptakan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, demi melahirkan pelajar berkarakter dan berdaya saing global dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.
Prof. Suhadi Ibnu, seorang Pakar Pendidikan, memberikan pandangan filosofis mengenai tugas utama pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Ia mengidentifikasi masyarakat kini sebagai POSMO (Postmodern), yang cirinya harus mampu berpikir melewati masanya, membuat estimasi, serta memiliki kemampuan antisipasi dan prediksi.
Menurut Prof. Suhadi, pembelajaran harus bergerak dan mengembangkan empat nilai penting: Pragmatis (mempertahankan kehidupan), Personal (tumbuh dewasa, kreatif, mandiri, bertanggung jawab), Sosial (berdaya dan memberdayakan), dan Moral Spiritual (pencerahan jiwa).
Ia memperjelas bahwa Pembelajaran Mendalam dan bermakna bertujuan menghasilkan pemahaman objek belajar yang dapat digunakan sebagai bekal lanjut. Prof. Suhadi menekankan bahwa tugas guru bukan mengajar tapi membelajarkan murid, dan materi ajar seharusnya dibatasi pada hal pokok saja dengan contoh dan latihan yang cukup. Tantangan utama dalam Pembelajaran Mendalam adalah waktu, target kurikulum, dan profesionalitas guru.
Perspektif implementasi datang dari Sudiyono, M.Pd, Pengawas Pembina Dinas Pendidikan, yang menekankan bahwa keberhasilan Pembelajaran Mendalam (PM) harus diawali dengan pola pikir bertumbuh (growth mindset) pada guru, kepala sekolah, dan murid. Ia mengontraskan Fixed Mindset dengan Growth Mindset sebagai fondasi.
Sudiyono mendeskripsikan PM sebagai pendekatan yang memuliakan, menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Implementasinya dilakukan secara holistik dan terpadu melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan 8 Dimensi Profil Lulusan. Kerangka PM terdiri dari Praktik Pedagogis, Kemitraan, Pemanfaatan Digital, dan Lingkungan Pembelajaran.
Kepala SMPN 3 Batu, Budi Prasetyo, S.Pd, berbagi pengalaman dari level sekolah. Ia menyoroti pentingnya peran Kepala Sekolah dalam mendukung implementasi PM. Seorang Kepala Sekolah harus selalu mendukung program pemerintah, memotivasi guru, dan memandu guru dalam penerapan PM.
Budi Prasetyo memaparkan tahapan Inkuiri Kolaboratif yang mereka lakukan di sekolah, yang meliputi: Assess (Identifikasi Kebutuhan, Tantangan, Peluang), Design, Implement, serta Reflect, Measure, and Change. Proses ini menunjukkan komitmen satuan pendidikan untuk terus beradaptasi dan mengevaluasi praktik pembelajaran.
Secara keseluruhan, diskusi panel ini menegaskan kembali komitmen Dewan Pendidikan Kota Batu untuk memastikan kolaborasi yang kuat antara semua pihak, mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam secara holistik, dan mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, cakap, serta siap menghadapi masa depan yang tak terduga.