Jakarta, 18 November 2025 – Dalam upaya akselerasi transformasi pendidikan digital di Indonesia, hari ini, Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pendidikan Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Erwan Nurarif. Dalam laporannya, Erwan Nurarif menyampaikan bahwa peserta Bimtek kali ini merupakan perwakilan strategis dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan para Pengawas Sekolah. Pemilihan peserta ini menunjukkan fokus untuk membangun ekosistem digitalisasi dari hulu ke hilir.
Erwan Nurarif menegaskan kembali bahwa digitalisasi pendidikan merupakan Program Prioritas Presiden yang harus didukung penuh. Tujuan utama dari Bimtek ini adalah peningkatan kapasitas Pengawas dan MKKS agar implementasi digitalisasi pembelajaran di sekolah dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap Bapak/Ibu sekalian, sebagai perwakilan kunci di daerah, dapat melakukan pengimbasan digitalisasi pendidikan ini secara masif dan terstruktur di wilayah kerja masing-masing,” tutup Erwan, menekankan pentingnya peran peserta sebagai agen perubahan.
Sesi pembukaan dilanjutkan dengan sambutan oleh Widyaprada Ahli Utama, Bernard Purba, yang secara resmi membuka kegiatan Bimtek tersebut. Bernard Purba menekankan kembali komitmen pemerintah terhadap Program Digitalisasi Pembelajaran yang dicanangkan oleh Presiden.
“Setiap sekolah nantinya akan mendapatkan bantuan perangkat canggih, yaitu IFP (Interactive Flat Panel). Teknologi IFP ini sangat canggih dan harus dimanfaatkan secara optimal di setiap satuan pendidikan,” ujar Bernard.
Ia secara khusus meminta perwakilan MKKS dan Pengawas untuk memastikan pengimbasan program di daerahnya berhasil. Bernard Purba menyarankan agar proses pengimbasan ini melibatkan guru-guru yang telah mengikuti pelatihan IFP sebelumnya, menciptakan multiplier effect dari pelatihan yang telah dilakukan.
Bernard Purba memberikan penekanan agar IFP yang telah didistribusikan agar dimanfaatkan dengan baik, jangan hanya menjadi pajangan. “Smart teacher using smart board for smart student.”
Bernard Purba juga menyentuh aspek filosofis pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan ada di tangan guru. Dengan kemudahan akses digital yang ada saat ini, ia mengajak para pendidik untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Mengutip “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.” Ia menekankan bahwa semua guru di masa lalu telah melakukan pembelajaran yang terbaik sesuai dengan kondisi zamannya, sehingga tidak boleh ada pihak yang menyalahkan kondisi pembelajaran sebelumnya.
Saat ini, ia mendorong para pendidik untuk menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada tiga pilar utama: Meaningfull (Bermakna), Mindfull (Penuh Perhatian), dan Joyfull (Menyenangkan).
Mengakhiri sambutannya, Bernard Purba mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama memastikan guru belajar untuk memanfaatkan IFP demi tercapainya peningkatan kualitas pendidikan nasional.