Banjarmasin, Kamis, 27 November 2025
Perjalanan ke Banjarmasin hari ini memberikan kesan mendalam yang memadukan hangatnya persaudaraan, semangat berkemajuan, dan keindahan suasana lokal. Untuk pertama kalinya, pukul 11.30 WITA, saya mendarat di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru. Saya langsung merasakan atmosfer kekeluargaan yang hangat.Saya dijemput secara istimewa oleh Bapak Muhtar Ahmadi (Wakil Ketua PWM Kalsel, Bidang Pendidikan, Seni, Budaya, dan Olahraga) menggunakan kendaraan pribadi beliau. Perjalanan darat sekitar 45 menit menuju Banjarmasin tidak terasa melelahkan, justru menjadi momen berharga mendengarkan beliau bercerita tentang dinamika wilayah Banjarbaru dan Banjarmasin.
Ditengah perjalanan, kami menyempatkan diri singgah untuk makan siang. Cita rasa Pepes Ikan Patin khas Banjar yang lezat benar-benar memanjakan lidah dan mengisi energi sebelum agenda utama dimulai.
Setibanya di lokasi kegiatan, Hotel Victoria River View, sambutan hangat kembali saya terima. Jajaran Majelis Dikdasmen PWM Kalsel, di antaranya Bapak Tumiran, Bapak Haji Sugian Noor, Prof. Hamsi, serta anggota lainnya menyambut dengan tangan terbuka. Keramahan ini menjadi fondasi yang kuat untuk memulai kegiatan sore ini.
Tepat pukul 16.00 WITA, diadakan Pembukaan Kegiatan "Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah". Kegiatan ini difokuskan pada upaya peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Sekolah Muhammadiyah. Tujuan akhirnya adalah mensukseskan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang secara langsung berdampak pada peningkatan jumlah murid.
Untuk mencapai hal tersebut, ditekankan pentingnya peran Majelis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) agar bertindak proaktif dalam meningkatkan kualitas serta fasilitas pendidikan. Kunci keberhasilan terletak pada kolaborasi dan sinergi antar elemen sekolah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendampingan ini memegang teguh beberapa prinsip etis: (1) Konstruktif: Kegiatan ini tidak bertujuan untuk mengkritisi, mencari kesalahan, atau kekurangan sekolah, melainkan untuk membangun dan lebih memajukan. (2) Tanpa Perdebatan: Forum ini bukan wadah untuk berdebat, melainkan untuk mencari solusi bersama. (3) Standar Nasional & AIK: Upaya ini dilakukan demi mewujudkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) ditambah dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). (4) Integritas: Seluruh proses dijalankan dengan amanah, jujur, dan semangat untuk memudahkan segala urusan.
Kami juga menyepakati kegiatan yang akan dilakukan untuk 2 hari berikutnya. Yaitu kunjungan lapangan ke sekolah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama untuk memastikan data yang diambil komprehensif:
Sesi 1 (pagi) : Observasi Lapangan (melihat langsung). Pada sesi ini, tim pendamping turun langsung melihat kondisi riil sekolah serta interaksi guru dan murid.
(1) Fisik: Memeriksa bangunan, sarana prasarana (sarpras), ruang kelas, dan fasilitas pendukung lainnya.
(2) Wawancara: Melakukan dialog dengan guru dan murid untuk mendapatkan masukan langsung, termasuk perspektif dari orang tua.
(3) Testimoni: Menggali testimoni yang mencerminkan kebanggaan terhadap sekolah Muhammadiyah, menjadikan warga sekolah sebagai duta promosi, serta menampung berbagai masukan.
Sesi 2 (siang): Pendampingan Teknis
Pengisian instrumen sekolah yang dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam untuk memberikan masukan yang spesifik.
Nantinya, kami sebagai Fasilitator akan merangkum seluruh temuan ini dibawa ke dalam Rapat Pleno. Dalam forum ini, semangat yang dibangun adalah "Saling menasehati untuk kemajuan Sekolah MUH". Diskusi difokuskan untuk memecahkan masalah bersama demi kemajuan institusi.
"watawa saubil haq watawa saubil sabr" (QS Al-'Ashr ayat 3). Ayat ini memiliki arti "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran".
Setelah rangkaian agenda formal selesai, hari yang panjang ini ditutup dengan cara yang istimewa.Karena letak hotel yang persis berada di bantaran sungai, saya hanya perlu melangkah sedikit ke area belakang untuk menikmati suasana malam Banjarmasin yang sesungguhnya. Di sana, Sungai Martapura menyapa dengan tenang. Semilir angin sepoi-sepoi berpadu indah dengan gemerlap lampu ditepian sungai.
Duduk sejenak di tepian Martapura, menikmati suasana lain, setelah seharian menempuh perjalanan dan memeras pikiran, menjadi penutup yang sempurna. Rasa lelah tergantikan oleh rasa syukur atas kelancaran acara, keramahan tuan rumah, dan keindahan sederhana dari "Kota Seribu Sungai" ini.