Watiya di Kota Serambi Madinah

Oleh Administrator 2025-12-06 04:40:30 Dilihat: 98
Gambar Artikel
Gorontalo, 4 Desember 2025.

Sebagai bagian dari amanah Dikdasmen PP Muhammadiyah, saya kembali bergerak melintasi pulau. Kali ini, takdir membawa saya ke utara Sulawesi, tepatnya ke Gorontalo, sebuah daerah yang masyhur dengan julukan "Kota Serambi Madinah".
Ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa. Bagi saya pribadi, ini adalah momen bersejarah, untuk pertama kalinya, saya menginjakkan kaki di tanah Gorontalo.

#Perjalanan Menuju Timur
Agenda bertajuk Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu, 4-7 Desember 2025.
Perjalanan dimulai dari Bandara Juanda, Surabaya. Pesawat membawa saya membelah langit menuju Bandara Djalaluddin, Gorontalo, dengan transit terlebih dahulu di Makassar. Siapa sangka, skenario langit memberikan kejutan manis. Dalam penerbangan dari Makassar menuju Gorontalo, kami dipertemukan dengan Bapak Sabara, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo.
Pertemuan itu terasa sangat hangat. Beliau menyapa dengan ramah, selayaknya seorang ayah menyambut anaknya yang datang berkunjung. Rupanya, beliau sudah mengetahui rencana kegiatan kami di Gorontalo. Obrolan itu menjadi pembuka pintu ukhuwah yang merekatkan hati sebelum kami menuju lokasi kegiatan.

#Sambutan Hangat di Serambi Madinah
Sesampainya di Bandara Gorontalo, nuansa kekeluargaan semakin terasa. Kami dijemput langsung oleh Bapak Gustam, Anggota Dikdasmen PWM Gorontalo. Beliau bukan sekadar pengurus persyarikatan, melainkan juga seorang akademisi, Dosen di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).
Tanpa membuang waktu, Pak Gustam mengantarkan kami menuju lokasi pembukaan acara di Kampus 2 UMGO. Sepanjang perjalanan, mata saya dimanjakan oleh pemandangan Gorontalo yang unik, sebuah kota yang tenang namun menyimpan energi kemajuan yang besar. Sejenak kami mampir untuk makan siang dengan menu Ikan Batu khas Gorontalo. Wong mBatu makan Ikan Batu.

#Sinergi untuk Mutu Pendidikan
Tiba di Kampus 2 UMGO, suasana akademis dan semangat perjuangan Muhammadiyah begitu kental. Di sana, telah menunggu Prof. Abdul Hamid, Ketua Dikdasmen PWM Gorontalo yang juga menjabat sebagai Dekan FKIP UMGO, beserta jajaran pengurus lainnya.
Pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Kami langsung "tancap gas" melakukan koordinasi teknis. Diskusi mengalir lancar, membahas detail strategi dan langkah-langkah pendampingan yang akan kami eksekusi selama beberapa hari ke depan. Fokus kami satu: memastikan sekolah-sekolah Muhammadiyah di sini mendapatkan pendampingan terbaik untuk meningkatkan mutu dan daya saingnya.
Sebagai "Watiya" (hamba/saya dalam bahasa santun Gorontalo) yang baru pertama kali tiba di sini, saya merasa bukan seperti tamu asing, melainkan saudara yang pulang ke rumah.

Bismillah, semoga ikhtiar di tanah Gorontalo ini membawa berkah dan kemajuan bagi pendidikan Muhammadiyah.

#FastabiqulKhairat
Kembali ke Beranda Bagikan via WhatsApp

Tinggalkan Komentar


Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!