Kolaborasi MKKS SMP Swasta Kota Batu & MKKS SMK Swasta Kota Batu

Oleh Administrator 2026-09-24 09:34:11 Dilihat: 92
MKKS SMP Swasta dan MKKS SMK Swasta Kota Batu Perkuat Kolaborasi melalui Guru Tamu dan Kegiatan Kokurikuler

KOTA BATU — Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Kota Batu memperkuat sinergi antarsatuan pendidikan melalui kerja sama dalam penyelenggaraan guru tamu dan pemateri kegiatan kokurikuler bagi peserta didik SMP/MTs di Kota Batu.

Kolaborasi tersebut dikembangkan melalui program “SMK Berbagi, SMP Bertumbuh”, sebuah inisiatif yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, praktis, dan relevan bagi peserta didik SMP. Melalui program ini, SMK berbagi kompetensi, pengalaman, fasilitas, serta sumber daya yang dimiliki kepada siswa SMP dalam bentuk materi, demonstrasi, praktik, maupun pengalaman belajar langsung.

Program ini berangkat dari pemikiran bahwa kegiatan kokurikuler tidak hanya berfungsi untuk memperkuat pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan hidup, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, literasi digital dan finansial, kesehatan, kepemimpinan, serta wawasan tentang profesi dan masa depan.

SMK Berbagi Kompetensi, SMP Mendapat Pengalaman

Ketua MKKS SMP Swasta Kota Batu, Windra Rizkiyana, menyambut positif inisiatif kolaborasi tersebut. Menurutnya, SMK memiliki berbagai kompetensi dan sumber daya yang sangat relevan untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik SMP.

> “Kami melihat banyak kompetensi yang dimiliki SMK dan sangat relevan untuk dikenalkan kepada siswa SMP. Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung. Inilah yang membuat kegiatan kokurikuler menjadi lebih bermakna.”



Windra menilai, kolaborasi antarsatuan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung di Kota Batu.

> “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu atau dua kegiatan saja. Ke depan, semakin banyak kompetensi dan pengalaman yang bisa dibagikan oleh SMK kepada SMP, sehingga terbentuk ekosistem pendidikan yang saling menguatkan di Kota Batu.”



Menurutnya, keberadaan guru tamu, instruktur, maupun siswa SMK sebagai pemateri dan pendamping dapat memberikan warna baru dalam pembelajaran kokurikuler. Peserta didik SMP dapat mengenal berbagai keterampilan secara langsung dalam suasana belajar yang lebih fleksibel dan menyenangkan.

Pengalaman Belajar melalui Experience Class

Program “SMK Berbagi, SMP Bertumbuh” menggunakan pendekatan Experience Class dengan alur:

LEARN → SEE → TRY → CHALLENGE → REFLECT

Pada tahap Learn, peserta didik mendapatkan materi singkat dan interaktif. Selanjutnya pada tahap See, siswa melihat demonstrasi yang dilakukan oleh guru, instruktur, atau siswa SMK. Pada tahap Try, siswa memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung dengan pendampingan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Challenge, yaitu peserta didik menyelesaikan tantangan sederhana, dan ditutup dengan Reflect, yakni melakukan refleksi terhadap pengalaman serta manfaat yang diperoleh.

Pendekatan tersebut dirancang agar siswa SMP tidak hanya mendengarkan materi, tetapi mengalami secara langsung proses belajar. Durasi kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, dengan format standar sekitar 90–120 menit.

Beragam Pilihan Materi Kokurikuler

Untuk mendukung pelaksanaan program, MKKS SMK Swasta Kota Batu telah menyusun katalog program kokurikuler yang dapat dipilih oleh SMP/MTs sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Sejumlah program yang ditawarkan antara lain First Aid for Teens, Teen Health & Self Care, Know Yourself & Build Your Confidence, Level Up Your Future, AI for Smart Learning, Entrepreneurship for Student, Hospitality for Teens, Public Speaking Challenge, Jelajah Wisata dan Budaya Lokal, Batu's Entrepreneur, AI & Coding: Hack Masa Depan, IoT Sederhana, Motor Check Detective, Basic Nursing Awareness, hingga Mengenal Dunia Perbankan.

Beragam pilihan tersebut memberikan kesempatan kepada SMP/MTs untuk memilih tema yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, baik dalam bidang keterampilan hidup, kesehatan, teknologi, kewirausahaan, komunikasi, literasi keuangan, maupun pengenalan dunia kerja dan profesi.

SMK Tidak Hanya Berbagi, tetapi Juga Bertumbuh

Ketua MKKS SMK Swasta Kota Batu, Cicik Setiyawati, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi kesempatan bagi SMK untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan di jenjang SMP.

Menurutnya, SMK memiliki berbagai kompetensi, fasilitas, tenaga pendidik, serta pengalaman praktik yang dapat dikemas menjadi pengalaman belajar yang menarik dan sesuai dengan usia peserta didik SMP.

> “Kami ingin SMK tidak hanya berbagi informasi tentang bidang keahlian, tetapi benar-benar memberikan pengalaman kepada siswa SMP. Mereka bisa belajar dari guru, instruktur, bahkan dari kakak-kakak siswa SMK melalui kegiatan yang sederhana, aman, dan menyenangkan.”



Cicik juga menilai keterlibatan siswa SMK sebagai bagian penting dalam program tersebut. Ketika siswa SMK berperan sebagai demonstrator maupun peer mentor, mereka tidak hanya berbagi pengetahuan dan keterampilan, tetapi sekaligus mendapatkan pengalaman dalam berkomunikasi, memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

> “Bagi siswa SMK, ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan kompetensinya sekaligus belajar menjadi mentor bagi adik-adik SMP. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk SMP, tetapi juga untuk siswa SMK.”



Kolaborasi yang Saling Menguatkan

Dalam pelaksanaannya, MKKS SMK Swasta Kota Batu berperan dalam mengoordinasikan program, menyusun katalog, menjadi penghubung antara SMK dan SMP, serta melakukan monitoring dan evaluasi. Sementara SMK pelaksana menyiapkan materi, guru atau instruktur, siswa demonstrator, alat praktik, lembar aktivitas, dan evaluasi.

Di sisi lain, SMP/MTs mitra menentukan kebutuhan, peserta, tempat pelaksanaan, pendampingan, koordinasi jadwal, serta evaluasi kegiatan.

Siswa SMK dapat dilibatkan sebagai demonstrator praktik, peer mentor, challenge leader, maupun role model dalam hal disiplin, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab. Seluruh kegiatan disesuaikan dengan usia peserta didik SMP dan dilaksanakan secara aman dengan pendampingan guru atau instruktur.

Program ini juga menegaskan bahwa kolaborasi tersebut bukan semata-mata kegiatan promosi sekolah atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Fokus utamanya adalah memberikan manfaat nyata bagi peserta didik melalui pengalaman belajar yang edukatif, praktis, kontekstual, menyenangkan, aman, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Membangun Ekosistem Pendidikan Kota Batu

Melalui kerja sama MKKS SMP Swasta Kota Batu dan MKKS SMK Swasta Kota Batu, terbangun ruang kolaborasi yang memungkinkan kedua jenjang pendidikan saling berbagi kekuatan.

SMP mendapatkan akses terhadap kompetensi, pengalaman, fasilitas, dan sumber belajar yang dimiliki SMK. Sementara SMK mendapatkan ruang untuk mengaktualisasikan kompetensi peserta didiknya dalam situasi nyata sekaligus menumbuhkan budaya berbagi.

Program “SMK Berbagi, SMP Bertumbuh” pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan satu kali kegiatan guru tamu atau pemateri kokurikuler, tetapi berkembang menjadi model kolaborasi pendidikan antarsatuan pendidikan yang berkelanjutan di Kota Batu.

Semangat tersebut dirangkum dalam tagline program:

“Belajar Hal yang Kepake, Coba Langsung, Siapkan Masa Depan.”

Dengan semangat berbagi dan bertumbuh bersama, MKKS SMP Swasta dan MKKS SMK Swasta Kota Batu membuka ruang bahwa setiap sekolah memiliki kekuatan yang dapat dibagikan, setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman nyata, dan setiap kolaborasi dapat menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem pendidikan Kota Batu.
Kembali ke Beranda Bagikan via WhatsApp

Tinggalkan Komentar


Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!